Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

!!!Kontraktor Mokong, Sekalipun Viral’ Pihak DPUPR KOTA MOJOKERTO Terkesan Tutup Telinga, Proyek Terkesan Asal Tetap Berjalan Lancar Meski Terseok seok.

Selasa, 09 Desember 2025 | Desember 09, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-06T22:12:24Z

1000119066-1024x672

Pewarna Publik – Mojokerto. Dari pemberitaan 24 November 2025 proyek Jalan Lingkungan Kecamatan Magersari yang berjudul proyek Peningkatan Jalan Lingkungan Kecamatan Magersari Terkesan Asal, dan Terkesan diabaikan Oleh Pihak Dinas DPUPR kota Mojokerto Saat Awak media Melayangkan Pemberitaan ke pihak Dinas Sebagai informasi publik terkait perkembangan Infrastruktur namun tak ada tindakan terkesan di abaikan (10 Desember 2025).

tak ada respon dari kepala dinas maupun Kepala bidang binamarga DPUPR Kota Mojokerto dan kontraktor tak diberi jawaban terkait pemberita’an

Pada sa’at pekerjaan pada tembok penahan tanah terkesan asal, hal tersebut kurang mengikuti petunjuk metode pekerjaan teknis, Terlihat dari material batu yang terpasang banyak rongga dan celah pada pekerja’an tembok penahan tanah, banyak batu yang tak terbelah, dan sebagian batu di tumpuk secara asal terlihat jelas hanya ada tuangan semen pada bagian atas terkesan Asal jadi tak mengikuti petunjuk teknis kerja dan tak menggunakan metode yang semestinya, kuwalitas dan kuantitas patut di ragukan

dilokasi pekerjaan pemasangan. TPT(tembok penahan tanah), tidak sesuai juknis, di ketahui pada pemasangan batu terlihat jelas adukan semen yang dituangkan secara Asal dan acak di bagian batu terlihat banyak berongga dan celah kosong terdapat rongga dan dapat mungurangi kualitas pekerja’an, sangat diragukan terkait Metode pekerjaannya yang menggunakan anggaran negara dikerjakan tak sesuai Juknis.

pada adukan semen sebagai perekat batu pada tahap pemasangan batu, di lokasi pekerjaan terlihat sangat miris sekali, sangat disayangkan pekerja’an yang dikerjakan tak sesuai Juknis metode pasangan batu dikerjakan secara Asal, dari pekerjaan penahan tanah sudah terlihat mengurangi volume pada pekerja’an diduga pihak dinas dan konsultan pengawas mengetahui diduga melakukan pembiaran dan unsur kesengaja’an,

proyek APBD Kota Mojokerto 2025. pekerjaan peningkatan Jalan Lingkungan kecamatan Magersari Kota Mojokerto , dikerjakan CV. PILLAR BUANA yang beralamat di Jalan. Pulau Sari XI No. 51 Perum Way Kandis Bandar Lampung – Bandar Lampung (Kota) – Lampung. dengan nilai anggaran, Rp.:Rp. 1.154.695.022,- APBD 2025. masa pekerjaan 50 hari kalender.

Pada pekerjaan TPT(tembok penahan tanah) terlihat semen dan pasir diaduk secara Manual menggunakan cangkul dan air yang digunakan air sungai yang tidak bersih

dilokasi pekerjaan pemasangan TPT(tembok penahan tanah). terlihat jelas tidak sesuai Juknis, di ketahui pada pemasangan batu pada pekerjaan TPT, ada air menggenang pada pasangan Batu Tembok penahan tanah pada pekerjaan pasangan batu jelas tak ada proses Dewatering Terkesan asal, dan adukan semen yang dituangkan pada saat pemasangan bercampur air, karena dapat mungurangi kwalitas perekat pada saat proses pemasangan.

pada tahap pemasangan tembok penahan tanah diduga dikerjakan tak sesuai Juknis. terlihat tidak ada kisdam dilokasi bibir irigasi sawah, pada saat pekerjaan pemasangan batu, untuk proses dewatering dilokasi proyek itu wajib hukumnya, padahal peralatan pompa sangatlah penting harus digunakan supaya tetap kering, pada saat posisi pekerjaan pasangan batu tembok penahan tanah, Walaupun, pompa air bukan peralatan utama, namun proses dewatering itu wajib hukumnya, untuk menjaga kuwalitas semen adonan pada waktu pemasangan.

pada adukan sebagai perekat lantai dasar dalam pemasangan batu, di lokasi pekerjaan terlihat sangat miris sekali, sangat disayangkan. pekerja’an yang dikerjakan CV. PILLAR BUANA terkesan asal jadi, dalam pekerjaan dari penahan tanah bagian dalam sudah terlihat jelas mengurangi volum pada pekerja’an proyek terlalu banyak rongga dan batu yang belum terbelah.

Lsm GMICAK, Generasi muda Indonesia cerdas Anti korupsi. Sebut saja Bejo Mengatakan ” sangat disayangkan dengan menggunakan anggaran sebesar itu proyek peningkatan Jalan Lingkungan kecamatan Magersari dikerjakan secara asal tanpa mengikuti metode teknis kerja” pekerja diduga Tak paham dengan petunjuk Teknis”, Pungkas Bejo.

Setelah memberikan statment Bejo dan tim menindak lanjuti dengan menggambil gambar proyek tersebut untuk dijadikan data dalam pelaporan Pengaduan Masyarakat.

pekerjaan dilapangan tidak sesuai juknis, akibat kesengaja’an dari pihak Dinas dalam pelaksanaan pembangunan tersebut diduga negara dirugikan.

Presiden Prabowo Serukan Pemberantasan Korupsi.

Presiden Prabowo mengatakan bahwa budaya mark-up proyek, penyelundupan, dan manipulasi anggaran harus dihapuskan karena merugikan negara dan rakyat. Ia menegaskan bahwa aparat pemerintah memiliki peran penting dalam memastikan pengelolaan anggaran yang bersih dan transparan.

Harapan masyarakat bersih dari korupsi yang dimana berdampak pada masyarakat, kami berharap Penegak Hukum KPK, KEJAKSAAN TINGGI dan POLDA Jawa Timur menindak lanjuti terkait proyek yang menggunakan anggaran negara yang diduga rugikan negara dan pemberitaan sebelumnya dilayangkan ke pihak Kepala Dinas dan Kontraktor namun tak ada respon \ jawaban dan belum bisa dikonfirmasi.Bersambung.( Jo).

About the Author

×
Berita Terbaru Update