Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Kepala Desa Perpat kelarifikas Terkait Pembebasan Lahan Di Desa Perpat

Selasa, 06 September 2022 | September 06, 2022 WIB | 0 Views Last Updated 2022-09-07T12:20:00Z
PEWARNA PUBLIK BELITUNG,-
Terkait Beredarnya Pemberitaan Disalah Satu Media Online Yang Ada Di Belitung Yang Menuliskan "Pembebasan Lahan Yang Berada Di Desa Perpat Penuh Sandiwara" Pada Minggu (04/09/2022)

Dengan Dugaan lahan seluas 136 Hektar yang dibeli oleh Salah satu Perusahaan perkebunan Kelapa Sawit di Desa Perpat, Kecamatan Membalong, Kabupaten Belitung, tersebut Tak Bertuan sehingga membuat warga masyarakat di Desa Perpat resah.

Sukri selaku Kepala Desa (Kades) Perpat, akhirnya menanggapi dan angkat bicara persoalan tentang kisruhnya Royalti pembebasan lahan yang ada di Desa Perpat mengatakan kepada Awak Media Online ini saat ditemui di Tanjungpandan,
Senin (05/09/2022) mengatakan.

"Memang benar adanya pembebasan lahan ke Salah Satu Perusahaan Perkebunan Sawit yang berada di wilayah Kecamatan Membalong tepatnya di Desa Perpat.

Dengan adanya pembebasan lahan tersebut, kita dari Aparat Pemerintah Desa Perpat sudah memikirkan dampak Positifnya," ujarnya.

Pada tahap Pertama dalam kompensasi pembebasan lahan tersebut dan untuk membantu kebutuhan masyarakat itu sendiri diberikan langsung Tunai yang langsung diserahkan oleh Perusahaan tersebut kepada masyarakat dan tidak melalui Pemerintah Desa Perpat sendiri.

Dan yang Kedua, adanya pembebasan lahan tersebut berarti Pemerintah Desa Perpat membuat kesepakatan kepada Perusahaan Perkebunan untuk membuka lapangan pekerjaan buat masyarakat Perpat sendiri dan salah satu cara untuk menunjang Perekonomian masyarakat khususnya di Desa Perpat," ucapnya lagi.

Sedangkan untuk hal berapa kompensasi yang di terima oleh masyarakat, itu sudah Dirapatkan dan Disosialisasi tanpa ada yang di tutup-tutupi.

Berapa jumlah besarnya kompensasi yang diterima itu sudah jadi kesepakatan bersama-sama oleh masyarakat dan pihak Perusahaan Perkebunan," tegas Kades Perpat sekali lagi.

Dikesempatan yang sama, Humas Perusahaan Perkebunan Kelapa Sawit PT. Pratama Unggul Sejahtera (PUS) yang juga hadir dalam pertemuan tersebut juga menambahkan.

Pada dasarnya Tanaman Kelapa Sawit merupakan Komoditi Utama Perkebunan di Indonesia, dan saat ini telah menjadi salah satu sumber Minyak Nabati Utama Dunia.

Luas areal Perkebunan Kelapa Sawit di Indonesia terus meningkat secara pesat, Perkembangan industri kelapa sawit yang pesat di Indonesia tentu memiliki dampak Positif dan Negatif.

Dampak Positif yang ditimbulkan antara lain, dapat meningkatkan Perekonomian Negara, sebab Nilai Ekonomi tanaman ini yang cukup Tinggi dan Berdaya Saing.

Adanya Industri Kelapa Sawit ini juga akan menopang kehidupan masyarakat, seperti menyediakan lapangan pekerjaan sehingga dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Namun, ditengah perannya yang besar terhadap Perekonomian dan peningkatan Kesejahteraan masyarakat Indonesia, Industri Kelapa Sawit harus menghadapi berbagai tantangan yang semakin besar.

Khususnya mengenai isu Lingkungan, dan pada akhirnya Perluasan lahan Perkebunan Kelapa Sawit pada akhirnya akan Mengkonversi Kawasan Hutan," jelasnya.
(Tim)

×
Berita Terbaru Update