
Pewarna publik. |Mojokerto – Dalam rangka menyukseskan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional 2026, PT PLN (Persero) UP3 Mojokerto menggelar kegiatan edukasi bertema pencegahan terorisme di lingkungan kerja, Selasa (4/2/2026).
Kegiatan ini berlangsung di wilayah Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, dan dihadiri berbagai unsur internal maupun eksternal.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Manager PLN UP3 Mojokerto, Muhammad Syafdinnur, yang tampak mengenakan seragam berwarna kuning khas PLN. Kehadiran pimpinan unit ini menegaskan komitmen PLN dalam membangun lingkungan kerja yang aman, waspada, dan berdaya tahan terhadap berbagai potensi ancaman, termasuk radikalisme dan terorisme.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Anton Sugiharto, yang duduk di sisi utara ruang pertemuan dan terlihat mengenakan kacamata hitam. Selain jajaran manajemen dan pegawai PLN, kegiatan ini juga mendapatkan pendampingan dari Unit IV Sat Intelkam Polres Mojokerto, sebagai bentuk sinergi antara BUMN dan aparat kepolisian dalam menjaga stabilitas keamanan nasional.
Sebagai narasumber utama, hadir Musa Efendi, mantan narapidana kasus terorisme sekaligus eks anggota Jamaah Islamiyah (JI) yang kini telah menyatakan sumpah setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Dalam pemaparannya, Musa Efendi membagikan pengalaman pribadi serta proses panjang deradikalisasi yang ia jalani, sekaligus mengajak seluruh peserta untuk waspada terhadap pola penyebaran paham radikal di lingkungan sosial maupun tempat kerja.
Materi yang disampaikan menekankan pentingnya peran aktif seluruh pegawai dalam mendeteksi dini indikasi radikalisme serta memperkuat nilai-nilai kebangsaan. Kegiatan ini sejalan dengan tema Bulan K3 Nasional 2026, yakni membangun ekosistem pengelolaan K3 yang profesional, andal, dan kolaboratif.
Dengan adanya edukasi ini, PLN UP3 Mojokerto berharap seluruh insan PLN semakin memiliki pemahaman komprehensif tentang ancaman non-teknis yang dapat mengganggu keselamatan kerja, keamanan aset negara, serta keberlangsungan pelayanan kelistrikan kepada masyarakat.
Jurnalis Yustinia